Langsa — Polres Langsa memberikan klarifikasi terkait dugaan interpretasi, ancaman, dan intimidasi terhadap seorang wartawan media online CNN Nusantara yang disebut terjadi di Desa Bukit Drien, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, wilayah hukum Polres Langsa, Senin (23/02/2026).
Kapolres Langsa Mughi Prasetyo Habrianto, SIK, melalui Kasi Humas Polres Langsa Rusdianto menyampaikan bahwa laporan terkait peristiwa tersebut telah diterima dan saat ini sedang dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian. Laporan resmi dicatat dengan Nomor: LP/B/121/II/2026/SPKT/POLRES LANGSA/POLDA ACEH dan diterima pada Kamis, 19 Februari 2026.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa seorang wartawan bernama Sajidin, yang mengaku sebagai perwakilan media online CNN Nusantara Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi korban pengeroyokan oleh massa yang diperkirakan berjumlah antara 30 hingga 50 orang. Dugaan kejadian tersebut diberitakan pada Rabu, 18 Februari 2026 melalui media online Postmediafakta.com dan kemudian viral di media sosial Facebook.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, penyidik Polres Langsa telah melakukan langkah awal berupa pengumpulan keterangan, klarifikasi terhadap pelapor serta pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa tersebut guna mengetahui kronologi kejadian secara utuh serta memastikan adanya unsur tindak pidana.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyelesaian perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Setiap informasi yang berkembang di masyarakat akan dilakukan melalui proses penyelidikan agar diperoleh fakta yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Polres Langsa juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tersebar di media sosial serta memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap fakta sebenarnya. Situasi kamtibmas di wilayah tersebut hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
Saat kasus ini dugaan pengeroyokan dan intimidasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil proses hukum yang sedang berjalan.
